Lima Langkah Membuat Rencana Recovery Data

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Jumpa kembali dengan teknisi data. Moga informasi kali ini secara mendasar sukses menambah wawasan mengenai detail jasa data recovery, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, reparasi hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Pada artikel sebelumnya telah kita jelaskan tentang pentingnya membuat system recovery data supaya jika ada kegiatan yang merusak data maka kita masih bisa menyelamatkan data yang rusak tersebut, atau jika ada musibah dan bencana kita tetap bisa merestorasi data yang rusak. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara kita untuk membangun sistem recovery data yang handal?

AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) mencoba untuk menjelaskannya pada kesempatan kali ini.

Tentukan Data Yang Akan Diproteksi

Langkah pertama dalam membangun system recovery data adalah menentukan data mana yang paling penting yang harus ada di dalam kegiatan organisasi atau bisnis kita. Data tersebutlah yang harus kita prioritaskan untuk diselamatkan dan di recovery jika terjadi suatu musibah. Selain itu Anda harus menentukan analisa dampak bisnis secara detail dan mendalam, terkait jumlah dan jenis data yang akan direcovery tersebut.

Biasanya hal ini akan memiliki sebuah kendala yaitu kendala budget yang terbatas, maka dalam hal ini anda harus pintar-pintar mengelola prioritas yang harus diselamatkan. Jika tidak maka biaya untuk sistem backup dan recovery bisa menjadi meroket sangat tinggi. Semakin anda ingin menyelamatkan 100% data yang ada, maka semakin tinggi pula biaya yang perlu Anda keluarkan nantinya. Hati-hatilah jangan sampai budget yang anda keluarkan untuk sistem penyelamatan data ini membuat organisasi anda menjadi sulit bergerak.

Di antara jenis data yang perlu Anda berikan prioritas tertinggi adalah data-data dengan jenis sebagai berikut:

  • data yang anda perlukan untuk menjaga legalitas seperti pajak, data notaris, perjanjian bisnis
  • data yang diakses sehari-hari keperluan esensial organisasi kita
  • data yang membuat kita mampu bersaing dengan bisnis lainnya di market

Tentukan  Recovery Point Objectives (RPO)

Hal berikutnya yang perlu Anda beri perhatian tinggi adalah Recovery Point Objectives (RPO). Hari ini bisa didefinisikan secara singkat sebagai berapa banyak data dalam hitungan jam yang bisa anda tolerir untuk hilang jika kita mengalami musibah. Hal ini nantinya akan terkait dengan frekuensi backup data yang Anda lakukan, yang tentunya semakin sering make-up anda lakukan maka akan semakin besar storage space yang dibutuhkan dan juga semakin tinggi spesifikasi hardware yang diperlukan supaya bisa menjalankan backup dengan baik.

Tentunya semakin kecil waktu yang hilang semakin baik, akan tetapi ini tentunya juga akan berdampak pada besarnya biaya yang diperlukan. Bagi perusahaan kecil ini bisa menjadi masalah karena tentunya budget mereka tidak sebesar perusahaan raksasa dalam pengadaan sistem IT yang mereka miliki.

Tentunya anda disini harus menyeimbangkan antara budget yang Anda miliki dan waktu yang bisa Anda tolerir. Jangan karena ingin menghemat biaya maka anda melakukan back up sebulan sekali misalnya, karena jika nanti terjadi musibah maka data Anda yang bisa direcovery menjadi data yang sangat tua, yakni data bulan lalu.

Tentukan Solusi Data Backup and Recovery Yang Tepat

Setelah anda menentukan hal-hal tersebut, berikutnya anda perlu untuk menentukan apa alat yang tepat untuk menjalankan strategi yang telah Anda susun. Alat ini bisa berupa hardware, software, ataupun service/layanan yang terkait.

Diantara beberapa item yang termasuk dalam hal ini adalah:

  • sistem backup on-site yang memungkinkan Anda mengontrol data backup pertama Anda secara penuh
  • sistem backup offside di mana anda bisa menyimpan data cadangan dengan aman jika lokasi anda sekarang terkena musibah
  • alat software dan hardware yang terkait, bisakan software backup data rutin dan juga software recovery data. Jika diperlukan juga anda mungkin perlu untuk menginvestasikan uang Anda membeli hardware recovery data, seperti yang pernah kami bahas pada beberapa Artikel kami sebelumnya.

Merekrut Team Yang Handal

Setelah sistem yang Anda bangun siap, maka anda harus melakukan rekrutmen kepada orang-orang siap untuk menjalankan strategi backup dan recovery data yang telah Anda susun tersebut. Nantinya merekalah yang akan secara rutin melakukan backup dan melakukan pemulihan data yang rusak pada sistem di organisasi atau perusahaan anda. Mereka juga akan bertindak untuk melaksanakan prosedur penyelamatan jika nanti terjadi musibah yang tentunya mudah-mudahan tidak pernah kita hadapi.

Berapa biaya untuk rekrutmen karyawan ini? Untuk biaya tenaga kerja tentunya bervariasi tergantung kota di mana anda beroperasi. Jika di Indonesia tentunya ada biaya upah minimal regional atau upah minimal kota, yang jumlahnya berbeda di setiap daerah. Nanti juga Anda memerlukan biaya untuk training, mungkin ini perlu dilakukan pada bulan-bulan pertama dan bulan-bulan berikutnya mereka bisa menjalankan tugasnya dengan efisien dan bisa berkembang sendiri dengan belajar secara otodidak.

Jika anda tidak bisa melakukan hal ini, boleh juga untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan jasa recovery data supaya mereka melakukan kontrol bulanan misalnya. Ini mungkin bisa menjadi solusi yang lebih murah bagi Anda.

Lakukan Latihan dan Testing Rutin

Setelah semua hal diatas bisa dilaksanakan, Anda tidak bisa begitu saja meninggalkan mereka dan menganggap semuanya akan berjalan dengan baik. Sistem yang kita bangun tidak bisa dikatakan berjalan dengan lancar sampai sudah dites dan rutin dites bahwa sistem tersebut berjalan dengan baik.

Karenanya anda perlu untuk mengagendakan training atau latihan setiap berapa bulan sekali, dengan melibatkan tim yang telah anda rekrut pada langkah sebelumnya. Pada latihan periodik tersebut anda perlu untuk mengecek Bagaimana kecepatan dan kehandalan proses up, dan juga seberapa banyak serta seberapa cepat proses recovery atau pemulihan data dapat dilakukan. Anda juga perlu menghitung berapa data yang hilang dalam proses tersebut.

Untuk frekuensi yang disarankan mungkin sekitar 4 kali dalam setahun atau dalam periode 3 bulan sekali. Waktu tersebut adalah waktu yang cukup dapat diterima. Nanti setiap 3 bulan sekali jika masalah anda akan mendapatkan laporannya dari team, dan selanjutnya tugas Andalah untuk memperbaiki kekurangan atau kerusakan yang terjadi dalam sistem pencadangan dan pemulihan data ini.

Kiranya sampai di sini untuk informasi kali ini. Harapan kami entry ini semakin menambah wawasan terkait jasa recovery data dan segala hal terkait cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, pemecahan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Moga-moga jurnal ini bisa menambah ilmu seputar segala hal ini.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!