Apa Itu DRaaS? Sebuah Layanan Data Recovery Baru?

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Jumpa lagi dengan kami teknisi data. Moga tulisan kali ini secara general sedikit mencerahkan terkait kompleksitas jasa data recovery, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, pemecahan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Di website ini telah banyak sekali berbicara tentang recovery data, akan tetapi ada satu hal yang belum kita bahas hingga saat ini yaitu DRaaS. Apa itu DRaaS? DRaaS adalah sebuah singkatan dari Disaster Recovery as a Service, yaitu sebuah layanan untuk melakukan recovery system IT pada organisasi yang mengalami disaster atau musibah. Bagaimana hubungannya dengan jasa recovery data yang diberikan oleh kami? Berikut pembahasan lebih lanjutnya.

Source: i-cg.com

AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) sebagai salah satu penyedia jasa terkait recovery data merupakan sebuah entitas yang dekat dengan sistem kerja DRaaS. Bahkan bisa jadi termasuk bagian dari DRaaS. Bagaimana detailnya?

Sistem Pencadangan Data Perusahaan

Sejauh ini biasanya perusahaan atau organisasi membuat redundansi data pada infrastruktur IT yang mereka miliki, dengan menggunakan backup data dan juga software recovery serta penggunaan data center kedua, dan tentunya dengan menambah peralatan ekstra untuk konektivitas jaringan. Dan lebih ideal lagi jika selain pencadangan data, organisasi atau perusahaan sebaiknya membuat pencadangan sistem operasional di mana mereka dapat tetap beroperasi dengan menggunakan sistem jaringan tersebut saat terjadi musibah. Kira-kira itulah fungsi dari dari Disaster Recovery as a Service (DRaaS), melakukan recovery system yang rusak saat terjadi musibah.

Tiga Langkah Penting DRaaS

Disaster Recovery as a Service (DRaaS) tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Segala sesuatunya harus terukur agar saat dibutuhkan bisa langsung dipakai saat itu juga. Karena itu perlu membangun sistem yang tangguh agar proses recovery data bisa berjalan cepat bahkan sama sekali tidak diperlukan karena operasional tetap berjalan normal.

Ada tiga langkah dalam penerapan dan pembuatan sistem Disaster Recovery as a Service (DRaaS) yang baik, yaitu:

Pertama adalah replikasi. Hal ini untuk memastikan bahwa perusahaan atau organisasi mempunyai duplikat data baik berbentuk fisik maupun server virtual, memastikan bahwa data di-backup sesering mungkin sehingga hampir real-time untuk meminimalisir data loss atau kehilangan data.

Kedua adalah sistem fail over. Pada sistem ini kita harus memastikan agar operasional organisasi atau perusahaan dapat tetap berjalan saat terjadinya kerusakan pada sistem utama, semua tidak ada waktu yang hilang dan tidak banyak uang terbuang. Cara yang mudah dilakukan adalah dengan membuat sistem operasional cadangan pihak ketiga, sehingga ketika sistem utama rusak organisasi atau perusahaan bisa langsung beralih menggunakan sistem cadangan tersebut. Apa sistem cadangan di taruh di luar gedung utama, dalam kata lain off-site untuk mencegah resiko kerusakan karena terjadinya musibah force majeure.

Jasa recovery data bisa berperan di sini, mereka memberikan akses kepada organisasi atau perusahaan agar bisa menggunakan data yang pernah mereka backup pada langkah pertama. Atau membaca ulang data yang terlanjur rusak dari sistem penyimpanan data yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan.

Langkah ketiga adalah sistem failback. Jika sistem pertama dan kedua gagal menangani masalah yang dihadapi oleh perusahaan, makanan tidak mau kita harus menggunakan sistem failback ini. Disini adalah inti dari sistem Disaster Recovery as a Service (DRaaS). Pada tahap ini organisasi atau perusahaan harus memikirkan bagaimana caranya untuk mengendalikan operasional perusahaan, dari penggunaan sistem operasi temporary menuju ke sistem semula yaitu sistem utama.

Keuntungan Sistem DRaaS

Disaster Recovery as a Service (DRaaS) memiliki beberapa keuntungan diantaranya seperti kemudahan penggunaan, sehingga organisasi atau perusahaan tidak perlu memikirkan bagaimana sistem jaringan data, pencadangan data, recovery data bekerja. Mereka juga tidak perlu mengurus hardware-hardware yang diperlukan dalam menjalankan sistem tersebut.

Selain itu pula mereka tidak perlu untuk menghabiskan tempat yang terbatas di kantor mereka, karena seluruh hardboard ditempatkan di tempat penyedia layanan DRaaS. Selanjutnya operasional mereka tidak akan berlalu terganggu jika ada kerusakan sistem, seperti misalnya saat terjadi kerusakan hard disk maka team recovery data dari penyedia layanan akan langsung turun tangan.

Di antara konsiderasi penting yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih perusahaan penyedia jasa Disaster Recovery as a Service (DRaaS) adalah kapabilitas dari penyedia jasa tersebut. Baik dalam kemampuan backup, jasa recovery data, failover dan failback, semua perlu Anda pertimbangkan. Adapun beberapa yang cukup terkenal dan memiliki reputasi baik seperti Microsoft Azure Site Recovery, Zerto Virtual Replication dan Carbonite.

Tampaknya kami cukupkan dulu untuk edisi kali ini. Moga posting ini semakin menambah wawasan mengenai jasa data recovery dan beragam hal mengenai cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, perbaikan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Moga-moga artikel ini sukses menginspirasi tentang segala hal tersebut.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!