Ransomware: Masalah Baru Jasa Recovery Data

Hard disk / SSD rusak? Terkena virus dan ransomware? Tenang, kami bisa membantu service dan recovery

Jumpa kembali dengan kami Ahli Data dan service hard disk. Harapan kami coretan kali ini secara garis besar dapat mencerahkan seputar seluk-beluk jasa recovery data, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, service hard disk/SSD tidak terbaca, jasa recovery ransomware, dst.

Salah satu masalah yang cukup mengganjal tahun-tahun terakhir masalah munculnya gangguan baru di dunia digital yang bernama ransomware. Ransomware ini merupakan sebuah masalah yang bisa dibilang belum pernah ada di 10 tahun yang lalu, mungkin baru 3-4 tahun terakhir ini saja masalah ransomware ini mengemuka di dunia digital. Anda belum tahu apa itu ransomware? Simak penjelasannya lebih lanjut di artikel kali ini.

Sebelum melanjutkan, kami ingin memberitahukan bahwa AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data, service hard disk dan ransomware sekarang juga memberikan jasa recovery dan service ransomware yang bisa Anda gunakan.

Definisi Ransomware

Secara bahasa ini ransomware ini berasal dari kata ransom yang memiliki arti tebusan. Hal ini dikarenakan korban yang menjadi sasaran serangan dari ransomware ini seringkali diminta untuk membayar sejumlah uang tebusan kepada pembuat ransomware yang menyerangnya tersebut. Biasanya pembayaran diminta untuk melakukan pembayaran dalam bentuk dolar ataupun Bitcoin, ataupun aset kripto yang lainnya. Inilah asal mula Kenapa disebut ransomware.

Sama seperti dan malware lainnya ransomware ini bisa membuat perangkat kita berada dalam bahaya, akan tetapi yang membuat tipe malware ini sangat spesial adalah kata-kata ransom atau tebusannya itu tadi. Ransomware merupakan sebuah software yang memeras kita, dengan cara mengunci komputer dan file kita serta meminta tebusan untuk membukanya.

Dalam banyak kasus pola serangan ransomware terjadi sebagaimana berikut: Pertama ransomware ini mendapat akses ke perangkat kita, entah itu akses kepada seluruh sistem operasi atau kepada file tertentu saja untuk selanjutnya dilakukan enkripsi olehnya. Setelah itu ransomware ini akan meminta tebusan dari korbannya. Begitu liciknya ransomware ini, ya?

Oh iya kenapa ransomware ini disebut bagian dari malware? Perlu diketahui bahwa malware adalah singkatan dari “malicious” dan “software”, yang merupakan sebuah istilah yang meliputi seluruh software berbahaya seperti virus, trojan dan ransomware. Karenanya bisa dibilang ransomware adalah sub bagian dari malware.

Cara Mencegah Serangan Ransomware

Kalau berbicara tentang proteksi dari ransomware, atau cara mencegah serangan ransomware, kita berbicara tentang mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan cara terbaik untuk mencegah serangan mereka adalah dengan menggunakan software security terbaik yang bisa anda miliki. Melakukan cek vulnerability juga sangat disarankan untuk bisa menemukan penyusup yang berada di sistem Anda.

Pastikan anda juga menjadikan perangkat anda bukan sebuah target yang ideal untuk serangan ransomware ini. Perangkat Anda harus selalu up to date sehingga bisa mendapat berbagai tambalan keamanan atau security patches. Selain itu penggunaan yang hati-hati dengan tidak mengunjungi website berbahaya dan membuka attachment email sembarangan juga sangat disarankan. Akan tetapi itu semua belum cukup juga, kami menyarankan agar anda juga memakai sistem backup data supaya bisa berjaga-jaga jika yang tidak diinginkan.

Melawan Trojan Enkripsi

Pola paling umum dari serangan ransomware adalah dengan mendatangi website berbahaya, download attachment yang yang bermasalah atau dari menginstal add-on tertentu saat melakukan download. Cukup sekali kita lengah bisa membuat serangan ransomware terkena pada perangkat kita. Dan karena kebanyakan malware seperti virus, trojan dan ransom ini didesain untuk tidak terdeteksi selama mungkin, maka akan sangat sulit untuk mendeteksi infeksinya. Dan biasanya hanya bisa dideteksi oleh software keamanan atau anti-virus misalnya.

Yang cukup jelas bisa kita ketahui adalah dengan adanya perubahan ekstensi file, peningkatan penggunaan CPU yang luar biasa, atau ada hal-hal aneh yang mengakibatkan komputer kita berjalan tidak normal.

Mengatasi Ransomware

Ada beberapa cara untuk menghilangkan ransomware yang terlanjur menyerang perangkat Anda. Diantaranya adalah dengan membayar tebusan sesuai yang mereka tagih, akan tetapi ini bukanlah hal yang direkomendasikan. Lebih baik jika kita mencoba menggunakan software atau jasa recovery ransomware/service malware untuk menghilangkan masalah tersebut.

Jenis Ransomware

Resiko keamanan yang disebabkan oleh ransomware ini sangat bergantung pada varian virus yang menyerang perangkat Anda — komputer atau laptop dan handphone Anda. Secara umum serangan bisa dipecah menjadi dua bagian yaitu loker dan kripto.

Locker ransomware, adalah sebuah jenis yang membuat fungsi-fungsi dasar dari sistem operasi atau komputer menjadi terkena dampak.

Crypto ransomware, ini akan berefek pada terkuncinya file-file yang dimiliki sehingga tidak dapat dibuka.

Tipe malwarenya juga bisa memberikan perbedaan yang signifikan saat kita mencoba untuk mendeteksi dan mengatasi ransomware yang menyerang, nanti ada tipe lainnya, tapi secara umum dua ini saja yang banyak-banyak menyerang dan merusak.

Sejarah Ransomware

Melakukan pemerasan kepada pengguna komputer bukanlah sebuah hal yang dimulai pada abad 21 atau pada tahun 2000 ke atas. Pionir ransomware pertama yang paling primitif ditemukan pada tahun 1989, akan tetapi kasus konkrit penggunaan ransomware baru mulai ditemukan pada tahun 2005 di Rusia. Ransomware mulai menyebar ke seluruh dunia dengan berbagai tipe yang baru dan terbukti berhasil untuk memeras banyak orang. Mulai tahun 2011 terjadilah peningkatan yang luar biasa pada serangan ransomware di seluruh dunia, karenanya pada tahun 2016 berbagai perusahaan software anti-virus meningkatkan fokus mereka untuk mencegah dan mengatasi masalah ransomware ini.

Salah satu serangan terbesar dan paling serius dari ransomware terjadi pada tahun 2017 yang disebut dengan WannaCry. Pada kasus ini sekitar 200 ribu korban dari 150 negara diperas untuk melakukan pembayaran melalui Bitcoin.

Pesan Palsu dari Ransomware

Di antara cara ransomware menyerang para pengguna komputer adalah dengan memberikan pesan palsu atau salah.

Contohnya pada sebagian negara trojan memberi notifikasi kepada korban bahwa ada software tidak berlisensi yang terinstal pada komputer mereka, selanjutnya besok diminta untuk melakukan pembayaran.

Tapi pada negara-negara yang terbiasa warga negara yang melakukan pembajakan hal tersebut kurang efektif. Karena pada jenis negara seperti ini seringkali ransomware atau trojan mengaku sebagai pihak kepolisian yang menemukan berbagai konten pornografi anak atau konten ilegal lainnya di komputer korban, selanjutnya muncul pesan untuk melakukan pembayaran penalti atau denda.

Ransomware dengan berbagai bentuk dan variannya memberikan ancaman yang berbahaya baik untuk pengguna komputer perseorangan ataupun perusahaan. Karenanya penting dan wajib bagi kita untuk terus memantau bahaya yang dihadirkannya supaya kita dapat bersiap-siap dengan segala kemungkinan. Karenanya penting bagi kita untuk mempelajari tentang ransomware, penting juga bagi kita untuk memakai perangkat dengan hati-hati dan menginstal software anti-virus apa anti malware terbaik yang bisa kita dapatkan.

Kiranya kami cukupkan dahulu untuk update kali ini. Moga-moga posting ini semakin menambah ilmu mengenai jasa recovery data dan berbagai permasalahan mengenai cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, service hard disk/SSD tidak terbaca, service ransom ware, dst. Moga makalah ini banyak menambah wawasan terkait berbagai permasalahan itu.

Hard disk / SSD rusak? Terkena virus dan ransomware? Tenang, kami bisa membantu service dan recovery