Windows Defender Melindungi Data Dari Ransomware?

Hard disk / SSD rusak? Terkena virus dan ransomware? Tenang, kami bisa membantu service dan recovery

Selamat datang kembali bersama pejuang data dan service hard disk. Harapan kami ulasan kali ini secara overview sedikit membuka wawasan mengenai dunia jasa recovery data, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, service hard disk/SSD tidak terbaca, jasa recovery ransomware, dst.

Beberapa tahun terakhir kami cukup yakin bahwa anti-virus dan anti malware buatan Microsoft yaitu Windows Defender sudah cukup untuk melindungi komputer dari berbagai virus dan beberapa rekan kami pun setuju dengan hal tersebut. Ini adalah sebuah tools atau alat untuk perlindungan komputer yang memberikan perlindungan luar biasa baik dan juga gratis alias tidak mengeluarkan satu rupiah pun. Tapi pertanyaannya benarkah asumsi kami tersebut? Mari kita ulas lebih lanjut.

Sebelumnya AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data, service hard disk dan ransomware ingin memberikan disclaimer bahwa menggunakan anti virus, anti malware dan anti ransomware sangatlah penting. Catat baik-baik, ya!

Pendapat Kami Didukung Pihak Lainnya

Sebelum melanjutkan kami ingin menegaskan bahwa pendapat kami bukan pendapat yang tidak berdasarkan. Bahkan pendapat kami ini sama dengan pendapat expert lainnya seperti PCWorld yang sering menobatkan Windows Defender sebagai anti-virus terbaik atau masuk 10 terbaik. Tidak jarang juga pakar keamanan lainnya menyatakan hal yang sama yaitu tidak perlu menginstal antivirus selain Windows Defender.

Jika kita perhatikan berbagai website reset virus seperti AV-Test misalnya, juga bisa melihat bahwa Windows Defender sering berada di urutan atas sebagai anti ransomware, anti malware dan antivirus. Akan tetapi hasil testing seperti ini bukan berarti bahwa hanya anti-virus yang sering kita bahas kali ini, yaitu Windows Defender, yang bisa dipakai di komputer kita. Jika anda masih menginginkan proteksi tambahan masih tetap boleh kok menginstal anti ransomware yang lain seperti Malwarebytes misalnya.

Malwarebytes Sebagai Proteksi Tambahan

Yang sering tidak diperhatikan orang atau bahkan tidak diketahui adalah bahwa kita bisa melakukan instalasi dua proteksi sekaligus. Tentu instalasinya bukan dengan menjadikan 2 software proteksi antivirus ransomware menjadi 1, yakni bukan menjadikan keduanya aktif sekaligus akan tetapi menjadikan salah satunya real-time atau aktif dan satunya lagi pasif.

Yang sering direkomendasikan oleh para pakar keamanan untuk proteksi pasif adalah Malwarebytes, sebuah software keamanan yang memiliki kemampuan scanning malware sangat baik. Yang sering digadang-gadang jadi pasangan setia antivirus. Hal ini seperti direkomendasikan oleh PC World, Wire Cutter, How To Geek, dan banyak pakar keamanan yang lainnya.

Mengapa banyak orang merekomendasikan Malwarebytes sebagai lapisan pengamanan tambahan? Karena dia mampu mendeteksi apa yang tidak dideteksi oleh software keamanan lainnya. Contohnya jika kita melakukan scanning dengan Malwarebytes bisa jadi dia akan menemukan beberapa program yang tidak terdeteksi sebagai program bermasalah di anti-virus lain, maupun pada anti malware dan anti ransomware lainnya.

Itulah sebabnya kenapa banyak pakar keamanan merekomendasikan Malwarebytes sebagai lapisan proteksi tambahan bagi komputer. Oh kita bisa mencobanya dengan gratis jadi tidak ada salahnya juga. Akan tetapi ada satu kekurangannya yaitu Malwarebytes terkadang menawarkan kita untuk menginstal ekstensi browser bawaan dirinya sendiri, dan versi gratis dari aplikasi ini sering menawarkan untuk melakukan upgrade proteksi. Tentu ini sedikit tidak mengenakkan, ya. Akan tetapi hal ini bisa diatasi dengan cara upgrade ke versi professional.

Bukan Hanya Anti Virus

Yang perlu kita ketahui juga nih zaman sekarang anti-virus, anti malware dan ransomware bukan satu-satunya software yang membantu kita menjaga keamanan berselancar di dunia maya. Berbagai web browser yang kita pakai yang seperti Google Chrome mengaktifkan proteksi pemblokiran website berbahaya dengan opsi Google Safe Browsing, dimana dia akan memunculkan peringatan jika kita akan membuka website bermasalah atau mendownload program yang berbahaya.

Berbagai layanan email seperti Gmail dan Yahoo juga selalu melakukan scanning virus terhadap attachment yang dikirimkan dalam sebuah email, sehingga sebelum kita mendownload file dalam sebuah email sudah pasti bersih terlebih dahulu. Dan tentu kita juga sudah merasakan bagaimana aktif dan powerful nya spam filter yang dimiliki oleh keduanya tersebut. Hal ini juga tentunya membuat kita lebih aman dari masalah phishing yang bisa terjadi melalui email.

Bagaimana dengan Windows? Sistem operasi besutan Microsoft ini ini by default tidak memiliki smart screen filter, di mana dia akan memberikan peringatan jika kita akan menginstal suatu software yang tidak dikenal atau berbahaya.

OK sekian dulu untuk edisi kali ini. Semoga tutorial ini semakin mencerahkan mengenai jasa recovery data dan berbagai permasalahan mengenai cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, service hard disk/SSD tidak terbaca, service ransom ware, dst. Moga jurnal ini dapat menginspirasi tentang segala masalah ini.

Hard disk / SSD rusak? Terkena virus dan ransomware? Tenang, kami bisa membantu service dan recovery