Level Kerusakan Hard Disk Yang Tidak Terbaca

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Bertemu kembali dengan kami pakarnya data. Moga-moga artikel kali ini secara overview sukses menambah wawasan tentang semesta jasa recovery data, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, pemecahan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Tidak semua jenis kerusakan hardisk sama. Sebagian kerusakan hardisk mudah untuk diperbaiki dan sebagiannya lagi sulit untuk diperbaiki. Data yang terhapus/hilang dari hardisk yang tidak terbaca/tidak terdeteksi bisa dikembalikan dengan teknik data recovery yang baik, tapi sebagian tidak bisa walaupun memakai alat recovery data terbaik sekalipun. Bagaimana klasifikasinya? Mari kita bahas.

Source: Nerd Techy

AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) menangani berbagai jenis hard disk yang bermasalah. Dan dari sana kami tahu bahwa ada banyak jenis error HDD yang menghasilkan level pengembalian data yang berbeda pula. Adapun levelnya bisa digolongkan sebagai:

Tingkat Recovery Data Tinggi

Pada kasus ini hard disk atau hard drive dapat berputar dan dikenali oleh sistem, akan tetapi melakukan recovery data dengan software berjalan sangat lambat sekali detik. Biasanya hal ini terjadi pada disk yang memiliki banyak bad sector.

Aplikasi software recovery data biasanya tidak memiliki kontrol yang cukup untuk handling masalah right instability. Sebagai hasilnya setiap perintah membaca data yang terkena bad sector membutuhkan 4 sampai 20 detik untuk diproses, ini membuat pengerjaan sangat lama dan bahkan membuat hardisk semakin rusak. Kalau hanya sedikit tidak terlalu masalah tapi kalau banyak sekali maka hardisk justru akan semakin rusak dan bukannya berhasil direcover.

Pada kasus seperti ini kita harus memakai hardware khusus yang bisa melakukan reset atau skip bad sector dalam beberapa detik setelah data tidak bisa terbaca, dan bukan memaksa terus mengambil data dari daerah detektor. Ini akan mempercepat proses recovery dan tentunya lebih praktikal.

Terkadang juga drive bisa berputar dan diidentifikasi dengan baik tetapi saat di lakukan proses recovery data tiba-tiba dia crashed atau freezed. Hal ini bisa terjadi karena secara umumnya software dan hardware yang biasa dipakai sehari-hari berkomunikasi dengan harddisk melalui standard protokol ATA. Masalahnya hardisk yang rusak kadang atau bahkan sering tidak dapat menerjemahkan perintah dari operating system sesuai standard protokol ATA, sehingga menyebabkan operating system crashed, atau reboot dan koneksi menjadi dropped. Dalam kasus seperti ini kita perlu menggunakan hardware recovery data khusus seperti PC-3000 UDMA dan PC-3000 Portable yang menggunakan protokol ATA custom yang disesuaikan untuk keperluan recovery data.

Masalah yang sering muncul lainnya adalah hardisk bisa berputar dan dideteksi dengan baik di BIOS, tetapi tidak terdeteksi di Windows atau Macintosh. Ini biasanya terjadi karena ada banyak bad sector pada critical file system metadata. Operating system standar tidak memiliki cara untuk menghadapi Hal ini karena mereka akan gagal mendeteksi hardisk tersebut. Beda dengan hardware khusus seperti yang disebutkan di atas, mereka bisa tetap melakukan loading file tree dan mencari file atau folder spesifik walaupun critical file system metadata rusak.

Terkadang juga terlalu banyak bad sector terjadi pada sebuah disk. Tus berbasis software biasanya membaca data dengan blok yang besar dan tidak mencoba membaca ulang sektor-sektor, sehingga banyak file yang tidak terbaca. Dengan hardware khusus seperti Rapidspar hal tersebut tidak terjadi, karena dia bisa membaca file dengan lebih hati-hati, membaca ulang blog yang rusak sektor per sektor. Dengan hal tersebut semakin sedikit jumlah file yang tidak terbaca atau terkorupsi.

Tingkat Recovery Data Menengah

Untuk hardisk atau storage media dengan tingkat recovery data menengah biasanya ditandai dengan tidak dapat diakses oleh BIOS. Penyebabnya macam-macam mulai dari ketidakstabilan secara umum, kerusakan firmware, kerusakan elektronik dan juga kerusakan mekanik. Jika drive mengalami kerusakan mekanik atau elektronik maka akan perlu swapping komponen sebagai salah satu langkah dalam proses recovery. Jika disk/drive mengalami kerusakan firmware yang kompleks apakah solusinya harus ditangani oleh profesional dengan ilmu yang mendalam tentang firmware design pada drive yang relevan.

Terkadang juga drive bisa nyala dan diidentifikasi secara normal tetapi mengeluarkan bunyi klik dan membuat PC menjadi ter-lock saat mencoba melakukan pembacaan data. Hardisk/harddrive seperti ini sudah jelas memiliki kerusakan fisik yang cukup parah dan bisa saja mati total pada saat kapan pun. Pada banyak kasus kerusakan fisik seperti ini hanya terjadi pada 1-2 heads/platters tertentu.

Tingkat Recovery Data Rendah

Ada juga kasus dimana recovery data akan sulit dilakukan. Contohnya saat hardisk melakukan spin up dengan baik akan tetapi tidak terdeteksi DI BIOS dan juga dia mengeluarkan suara clicking. Pada kasus seperti ini hardisk hampir pasti memiliki head yang rusak. Terkadang head bisa di-disable untuk meraih partial data recovery akan tetapi hal seperti ini butuh untuk dilakukan swap seluruh head stack dengan menggunakan clean room sebagai langkah pertama pada proses recovery data.

Bisa juga terjadi drive tidak bisa berputar sama sekali dan tidak terdeteksi di BIOS. Pada kasus seperti ini kemungkinan PCB sudah rusak entah karena short circuit atau karena masalah lain yang lebih kompleks. Pada kondisi seperti ini seluruh PCB harus diganti. Bisa juga adanya kerusakan mekanis seperti heads tidak dapat melakukan operasi baca-tulis karena tersangkut kepada platters ataupun karena kerusakan motor penggerak.

Saya juga terjadi hardisk secara fisik normal dan sehat saja tetapi ada kerusakan logis atau adanya enkripsi yang membuat kita tidak dapat mengakses file dan folder di dalamnya. Jika masalahnya memang bener-bener ini ini maka kita perlu password untuk membuka enkripsi. Jika serangan virus yang menjadi penyebabnya maka akan sulit juga melakukan recovery data. Adapun jika masalahnya karena terhapus tidak sengaja ataupun terformat karena error yang dilakukan user, maka software recovery data masih dapat membantu menyelesaikannya.

Sepertinya cukup dahulu untuk edisi kali ini. Semoga posting ini sedikit menambah ilmu seputar jasa data recovery dan semua hal seputar cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, reparasi hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Semoga entry ini dapat memahamkan tentang segala hal ini.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!