Proses Jasa Recovery Data Pada Hard Drive Dengan Long Physical Sector

Hard disk / SSD rusak? Terkena virus dan ransomware? Tenang, kami bisa membantu service dan recovery

Selamat datang kembali dengan ahlidata.com dan servis hard disk. Moga sajian kali ini secara mendasar banyak menginspirasi mengenai detail jasa recovery data, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, servis hard disk/SSD tidak terbaca, jasa recovery ransomware, dst.

Tidak setiap hard drive atau ivetempat penyimpanan data lainnya memiliki physical sector yang sama ukurannya. Terkadang ada drive event yang memiliki physical sector panjang, tidak seperti pada umumnya. Bagaimana cara mengatasi atau membaca disk yang seperti itu? Yuk kita bahas pada artikel kali ini.

Source: Umass

Proses recovery data harus mengakomodasi long physical sector jika kita ingin mendapat kecepatan imaging yang lebih baik, menghabiskan waktu lebih sedikit dalam melakukan imaging area bermasalah dan mengurangi resiko kerusakan drive saat proses imaging. Salah satu alat yang bisa anda pakai untuk melakukan imaging pada drive dengan long physical sector adalah Deepspar Disk Imager.

Apa Itu Long Physical Sector format?

Kebanyakan Drive dengan kapasitas tinggi pada hari ini memiliki Long Physical Sector format, maksudnya ada beberapa logical sectors (LBA: 512 bytes) per physical sector (PBA: 1 KB/4 KB). Anda bisa mencari lebih lanjut informasi tentang hal ini di internet, untuk artikel kali ini kami hanya akan berfokus pada proses data recovery dengan format tersebut.

AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data, service hard disk dan ransomware mengerti bahwa topik ini mungkin agak membingungkan, tapi jika Anda memang ingin mendapat hasil recovery data yang lebih baik cobalah untuk dipahami sebisa mungkin.

Mengapa produsen Hard Drive memakai format ini?

Alasan pertamanya adalah kebanyakan CPU sekarang masih menggunakan arsitektur 32bit, dimana arsitektur ini tidak bisa mencapai kapasitas lebih dari 2 terabyte. Cara paling mudah untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengubah physical size dari setiap vektor di hardisk, ditingkatkan dari 512 B menuju 1 KB atau 4 KB sekaligus. Dengan meningkatkan physical sektor sampai 4 kilo baik Para produsen hardisk sekarang bisa membuat sistem operasi mensupport media storage berukuran 16 terabyte walaupun CPU masih menggunakan arsitektur 32 bit.

Alasan keduanya adalah para produsen harddrive ingin agar mendapatkan price per GB yang lebih murah. Meningkatkan densitas data yang bisa disimpan di dalam satu platter adalah hal yang sulit dan salah satu hal yang mudah adalah dengan meminimalisir penggunaan metadata untuk penyimpanan informasi. Dengan menggunakan Long Physical Sector yang ada di antara header dan data semakin sedikit. Selain itu data ECC yang perlu disimpan juga semakin sedikit. Dengan demikian hal-hal yang sifatnya adalah metadata/bukan data utama semakin sedikit memakai space di dalam hard drive.

Dampak penggunaan Long Physical Sector pada proses recovery data

Di satu sisi karena sektor sizenya (logical) masih sama yaitu 512 bytes, makah hardware dan software data recovery masih tetap bisa menggunakan perintah ATA yang sama untuk mengakses drive. Makan dari sisi protokol ATA tidak ada perubahan. Bahkan pada drive yang memiliki Long Physical Sector format tidak ada metode untuk mengakses PBA secara langsung, sehingga kita tetap harus mengakses melalui LBA 512 bytes.

Di sisi lain karena pembacaan sektor-sektor dilakukan sekaligus berbentuk block, maka proses imaging data harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  1. Byte pertama dari data transfer harus dimulai pada bait pertama di physical sector, dan byte terakhir dari data transfer juga harus berakhir pada bait terakhir di physical sector

Peraturan ini dibuat untuk meningkatkan performa dan mempercepat proses imaging data. Terlebih lagi pada Hard drive yang memiliki read cache terbatas yang perlu dilakukan proses imaging terhadapnya sambil mematikan fungsi read look-ahead

  1. Jika ada physical sector yang menyebabkan masalah read instability seperti adanya bad sector, mengakses LBA yang terdapat pada PBA akan menghasilkan keluaran yang sama

Alat imaging harus tahu dan bisa mengatasi hal ini supaya tidak membaca bad sector berulang-ulang. Membaca detektor berulang-ulang akan merusak hard drive yang sedang diproses, dan umumnya tidak akan menghasilkan kan data yang dibutuhkan. Selain itu juga terlalu banyak mengulang pembacaan bad sector akan membuat waktu imaging menjadi jauh lebih lama karena biasanya membaca bad blocks/sectors adalah bagian yang paling penting kita waktu dalam proses recovery data. Karenanya jika hardware atau software recovery data yang anda pakai tidak bisa memproses LBA dan PBA dengan baik dan benar maka proses imaging akan menjadi amat sangat lama serta beresiko tinggi.

Masalah PBA Pada Hard Drive Lama

Perlu diketahui juga bahwa pada sebagian drive terutama yang lama-lama mereka tidak melaporkan data Long Physical Sector yang mereka gunakan, sebuah hal yang sangat disayangkan. Sebagai hasilnya imaging tool tidak dapat secara otomatis meminta parameter LBA dan PBA dari hard drive tersebut untuk disesuaikan dengan algoritma pembacaan data yang dimiliki oleh alat recovery data berbasis software/hardware. Pada kondisi seperti ini maka kita sebagai penyedia jasa recovery data harus melakukan editing Long Physical Sector secara manual dengan menentukan parameter yang tepat bagi drive tersebut. Hal ini biasanya mudah dilakukan setelah anda menemukan physical bad sector pertama pada drive tersebut saat melakukan proses imaging. Pada saat tersebut Anda bisa melihat nomor LBA per PBA, dari sana anda bisa menghitung lokasi LBA0 dan PBA0 pada drive tersebut.

Sekarang anda sudah sedikit lebih tahu tentang pentingnya Long Physical Sector dalam proses recovery data. Jika Anda membutuhkan alat bantu untuk mengatasi hal tersebut Anda bisa mencoba Deepspar Disk Imager yang kami sebutkan di atas, kalau nanti anda bisa menentukan parameter PBA dan LBA dari drive yang sedang anda proses.

Tampaknya sampai di sini untuk info kali ini. Harapan kami jurnal ini mampu memahamkan mengenai jasa recovery data dan semua hal mengenai cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, service hard disk/SSD tidak terbaca, service ransom ware, dst. Moga-moga jurnal ini berhasil menginspirasi seputar beragam hal tersebut.

Hard disk / SSD rusak? Terkena virus dan ransomware? Tenang, kami bisa membantu service dan recovery