Hardware Recovery Data Seharusnya Mensupport Native SATA Commands

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Bertemu lagi bersama pejuang data. Moga tulisan kali ini secara umum dapat menginspirasi tentang rumitnya jasa data recovery, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, pemecahan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Hanya karena kita sudah memiliki SATA interface bukan berarti device kita benar-benar 100% SATA commands. Ya memang enak dan mudah kalau kita bisa mengkoneksikan device SATA interface tanpa menggunakan eksternal adapter, tapi bisa jadi device yang kita pakai sebenarnya sudah memakai SATA-IDE adapter yang membuat tidak 100% SATA commands bisa dijalankan.

Source: Startech

Jika anda melihat gambar d iatas dan anda merasa bahwa hardisk IDE anda bisa dijalankan dengan baik dan menjalankan seluruh ATA commands tanpa cela, kemungkinan besar Anda salah. Jangan sampai salah, adaptor bisa saja diimplementasikan dimanapun: di motherboard, di host device, bahkan di drive itu sendiri. Kalau kita melihat sejarah pun dulu drive SATA aslinya adalah drive berbasis IDE yang ditanamkan adapter SATA-IDE pada PCB hard disk. Jadi bisa dibilang bukan asli SATA (native SATA support).

Tanpa dukungan native SATA support kita tidak bisa menggunakan seluruh kemampuan dari interface SATA, juga tidak bisa menggunakan fungsionalitas dan performanya secara maksimal. Jadi janganlah anda mencari device data karena memiliki interface SATA semata. Akan tetapi anda juga harus melihat Apakah device recovery data tersebut:

Bisa menggunakan semua fungsionalitas dari interface, seperti PHY (Physical Layer) control
Bisa meningkatkan performa keseluruhan sistem dengan menggunakan speed yang lebih cepat sebagaimana seharusnya.

AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) sanga tidak menyarankan pemakaian adapter yang tidak mendukung seluruh command SATA.

Mengapa Harus Support SATA Native Commands?

Ada beberapa alasan mengapa anda harus memilih alat recovery data yang mendukung penuh perintah SATA, di antaranya adalah:

  1. Bisa mengirimkan perintah reset yang lebih efektif

Anda bisa mengirimkan perintah device reset yang efektif untuk melakukan riset pada drive yang tidak stabil. Dengan native SATA functions anda bisa mengirimkan perintah COMRESET yang sangat efektif untuk melakukan reset.

Anda juga bisa mendapatkan Physical Layer (PHY) reset yang lebih efisien. Reset dengan model Physical Layer (PHY) reset ini efeknya sama dengan mencabut kabel SATA dari drive lalu memasangnya kembali tanpa mematikan drive itu sendiri.

Anda perlu menggunakan PHY Reset saat hardware reset yang regular tidak cukup efisien untuk memaksa drive menghentikan pekerjaan yang sedang dia lakukan dan melanjutkan ke command berikutnya. PHY Reset membuat anda bisa menghindari siklus preparing hardisk/drive pada saat proses imaging dilakukan yang meminimalisir resiko kerusakan drive permanen dikarenakan prosedur dari powering yang tidak tepat

Anda juga bisa melakukan reset drive secara tidak langsung menggunakan metode ketiga yaitu dengan melakukan reset pada SATA controller, karena SATA physical link initialization melibatkan proses riset dan sinkronisasi. Metode reset seperti ini ini tidak didukung oleh interface IDE karena sifat signal IDE yang statis.

  1. Proses imaging lebih stabil untuk beberapa drive tertentu

SATA-IDE adapters bisa menyebabkan beberapa kasus instabilitas karena inefisiensi proses inisialisasi pada drive. Ketidakstabilan ini akan terjadi terlepas apakah SATA-IDE adapters yang dipergunakan adalah eksternal atau memang sudah tertanam di device itu sendiri.

Masalahnya adalah memproses reset berbasis hardware dan software sangat tergantung kepada SATA-IDE adapters itu sendiri. Bagian adapter tidak dapat diandalkan dan malah freezed saat melakukan software reset pada beberapa drive tertentu, sehingga drive menjadi tidak responsif sampai dilakukan power cycle terlebih dahulu.

SATA-IDE adapters juga bisa mengalami inisialisasi yang tidak komplit atau tidak sinkron saat drive dinyalakan. Jika Anda memakai hardware data recovery yang menggunakan SATA native functions anda bisa menghindari berbagai masalah tersebut.

  1. Kecepatan interface yang lebih tinggi

Hard disk modern kapasitasnya sekarang diukur dengan terabyte. Artinya walaupun Anda mengcopy data hanya dari bagian yang baik/normal dari drive yang bermasalah, anda akan tetap membutuhkan waktu berjam-jam. SATA-IDE adapters membuat proses ini lebih lama lagi karena dua alasan:

Kecepatan PATA UDMA transfer yang paling cepat masih di bawah kecepatan SATA

Sebagian SATA-IDE adapters tidak mendukung mode UDMA yang lebih dari 4, yaitu 60 MB/s, adapun pada Hard Drive modern kecepatan akses baca tulisnya bisa mencapai lebih dari 100 MB/s

Sebagai catatan kecepatan yang kami sebutkan diatas adalah kecepatan imaging pada area yang baik dari drive. Untuk imaging dari area yang memiliki banyak bad sectors dari drive yang tidak stabil, maka tentu akan lebih lama tergantung bagaimana kemampuan software/hardware data recovery yang anda pakai. Memproses bad sectors pada drive bisa menghabiskan waktu berhari-hari berminggu-minggu, jauh lebih lama jika dibandingkan dengan melakukan imaging pada area yang bersih yang hanya membutuhkan waktu hitungan jam saja.

  1. Anda bisa melakukan diagnosa melalui SATA PHY link

SATA interface ngomongin kan anda untuk mengidentifikasi PCB yang rusak, masalah dengan interface SATA bahkan pada sebagian kasus bisa mengetahui firmware yang rusak pada ROM. Dengan menggunakan adapter anda tidak akan dapat melakukan diagnosa ini. Kemampuan tambahan diagnosa ini ini hanya tersedia pada drive atau alat data recovery dengan native SATA support.

Singkatnya untuk memperlancar proses jasa recovery data Anda membutuhkan alat yang mensupport SATA native functions. Untuk mengecek Apakah imaging tool yang anda pakai sudah men-support SATA native functions, cek apakah Anda bisa melihat PHY status dan memilih tipe SATA hardware reset yang akan digunakan saat melakukan proses imaging drive.disk.

Nampaknya sekian dulu untuk informasi kali ini. Moga-moga tutorial ini semakin menambah wawasan seputar jasa recovery data dan semua hal seputar cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, pemecahan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Semoga entry ini sukses menambah ilmu tentang berbagai permasalahan tersebut.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!