Bagian 1: Jasa Recovery Data Berbasis Software vs Hardware

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Selamat datang kembali bersama kami pejuang data. Moga-moga sajian kali ini secara overview banyak menambah wawasan mengenai belantara jasa recovery data, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, solusi hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Banyak perusahaan penyedia jasa IT di seluruh dunia memberikan layanan jasa recovery data kepada klien mereka. Dalam banyak kesempatan proses recovery data yang mereka lakukan hanya menggunakan software yang murah bahkan kadang bajakan, yang dijalankan oleh seseorang tanpa training khusus di bidang recovery data. Tindakan yang tidak profesional ini bertanggung jawab terhadap begitu banyak kasus kehilangan data, terhapusnya data, hardisk tidak terbaca dan hardisk tidak terdeteksi, serta permanent data loss.

Pada posting kali ini kami akan menjelaskan penyebab utama hal tersebut terjadi.

Source: Medium

AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) sangat tidak menyarankan Anda untuk mencari jasa recovery data yang tidak expert di bidang ini walaupun harganya murah, apalagi jika hanya mengandalkan software recovery data.

Sebuah hal yang tidak dapat dihindari, proses recovery data berbasis software saja akan membuat tambahan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki saat dilakukan kepada sebuah drive/disk yang tidak stabil. Drive/disk yang tidak stabil ini ini maksudnya adalah drive/disk yang tidak dapat membaca perintah “read” secara baik karena adanya kerusakan pada head baca dan tulis, kerusakan platter, kotor pada head atau platter, ketidakstabilan elektronik, error pada firmware dan seterusnya.

Mengenali Perintah Baca Pada Hard Disk

Ketidakstabilan seperti ini awalnya terasa seperti beberapa bad sector saja atau tidak terlalu parah, akan tetapi setelah beberapa kali gejala tersebut timbul makin lama akan menjadi semakin parah sampai akhirnya harddisk atau harddrive tidak akan bisa dibaca sama sekali. Bisa dibilang mati total. Jika ini telah terjadi maka hardisk bisa menjadi 100% tidak bisa diperbaiki atau bisa diperbaiki tetapi prosesnya menjadi jauh lebih rumit, sehingga membuat semakin sulit dan mahal untuk dilakukan proses recovery data yang benar. Proses recovery data yang profesional bertujuan untuk meminimalisir semua hal tersebut, dan mendapatkan salinan dari data yang ada di dalam drive sebelum terjadi kegagalan permanen.

Penyebab utamanya adalah seluruh software recovery data hanya bisa melakukan perintah baca yang standar kepada drive, lalu berharap agar drive bisa memenuhi perintah tersebut dalam waktu yang ditentukan. Jika drive atau disk tidak merespon dalam waktu yang telah ditentukan tersebut, software recovery data tidak mempunyai mekanisme untuk melakukan apapun terkait hal itu.

Untuk dapat memahami kenapa ini menjadi masalah kita pertama kali harus mengerti bagaimana hard disk memproses perintah baca. Saat hardisk menerima perintah baca ada beberapa proses internal yang terjadi. Pertama blog yang diminta untuk dibaca diakses dari platter oleh head baca tulis menuju cache. Saat di cache, maka checksum dari user data dari setiap sector dikalkulasi oleh prosesor di dalam harddrive/hardisk. Checksum ini kemudian dikomparasi dengan checksum pada error correction code (ECC) yang ditulis pertama kali bersama-sama sektor tersebut.

Jika checksum cocok maka drive menyimpulkan bahwa data yang yang dibaca di sektor tersebut adalah data yang sama dengan data yang pertama kali ditulis lalu data dikirimkan melalui channel ATA. Jika checksum tidak cocok maka drive pertama kali akan mencoba memperbaiki kerusakan menggunakan error correction code (ECC) pada sektor yang problematik tersebut. Jika hal ini gagal barulah drive akan mencoba membaca ulang sektor tersebut beberapa kali hingga didapatkan hasil baca yang bagus.

Sebuah bad sector artinya pada sektor tersebut drive tidak dapat membaca data dengan baik dan akhirnya dia menyerah, lalu dia kirimkan error tanpa data melalui ATA channel. Pada titik ini, saat ditemukan kerusakan, drive akan melakukan operasi baca tulis pada service area (SA) yang terdapat pada platter juga, untuk meng-update status berbagai hal contohnya jumlah sektor yang di alokasi dalam SMART attributes.

Untuk keperluan recovery data proses ini membuang-buang waktu dan bahkan menambah jumlah head baca tulis yang terdegradasi. Ini juga menjadi salah satu titik potensial yang membuat service area menjadi terkorupsi atau rusak, karena head baca tulis yang bermasalah tidak akan dapat melakukan adjustment yang akurat pada logs yang diinginkan. Akan tetapi proses seperti ini mudah di-disable dengan hardware recovery tool yang tepat, dimana hal ini tidak dapat diproses oleh software recovery data.

Tidak Mudah Menentukan Bad Sector

Salah satu poin penting yang perlu dipahami adalah hardisk tidak mudah untuk menyerah membaca sektor tertentu. Bahkan pada hardisk/harddrive yang normal dan sehat sekalipun kegagalan baca normal terjadi di pada saat percobaan pertama atau kedua kalinya. Firmware dari drive didesain untuk mengatasi hal tersebut: automatic retries dilakukan jika ada sektor yang gagal dibaca, sehingga drive/disk akan terus beroperasi secara normal sesuai yang diharapkan walaupun sesekali terjadi ketidakstabilan pembacaan data.

Kondisi error ini yang terjadi sangat umum salah satunya disebabkan tingginya permintaan pasar untuk meningkatkan kapasitas data. Dengan semakin tingginya densitas data pada platter, maka semakin sulit bagi head baca dan tulis untuk bisa melakukan tugas mereka dengan baik. Jika sebuah sektor sudah ditandai sebagai bad sector, artinya drive/disk sudah mencoba membacanya ratusan kali dalam waktu yang berbeda tanpa hasil yang yang memuaskan. Dan sayangnya ratusan kali percobaan baca inilah yang menjadi salah satu penyebab drive/disk menjadi semakin rusak.

Penting juga diketahui bahwa seluruh retry otomatis ini ini langsung terjadi di setelah ATA read command dikirimkan. Dengan kata lain walaupun anda memberikan opsi “no retries” saat mengirimkan command hal tersebut akan tetap terjadi. Opsi “no retries” hanya menyatakan bahwa software tidak akan mengirimkan lebih dari satu read command pada setiap sektor blok, bukan untuk disable automatic retries. Karena kebanyakan bad sector terjadi karena adanya kerusakan pada head baca tulis, atau adanya kerusakan pada permukaan platter. Berbagai percobaan read otomatis ini justru menambah kerusakan pada harddrive/hard disk, seperti misalnya ada sedikit kotoran pada permukaan karena sering dibaca tulis maka akhirnya lama-lama justru menggores head baca tulis atau permukaan platter.

Pada akhirnya yang menentukan kapan harus menyerah membaca sektor bermasalah adalah firmware pada harga tersebut. Pada beberapa kasus ketidakstabilan, firmware hardisk/hard drive gagal untuk melakukan hal ini, bahkan membuat drive menjadi secara permanen rusak pada kondisi unlimited reading bad sector. Ini adalah kondisi paling parah saat Anda berusaha melakukan recovery data tidak di perusahaan jasa recovery data tetapi memakai software recovery sendiri, drive/disk akan merusak dirinya sendiri secara cepat dan software tidak akan memiliki cara untuk mengatasi hal tersebut.

Recovery Data Dengan Hardware Khusus

Berbeda kasusnya jika recovery data dicoba dilakukan menggunakan hardware yang dibuat khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut. Hardware recovery data memberikan kita kontrol yang lebih penuh terhadap berapa lama hard drive boleh melakukan internal retries. Ini saja sudah mengurangi begitu banyak proses yang tidak diinginkan dan mengurangi sangat banyak kerusakan drive/disk, karena kita bisa memaksa drive/disk untuk stop mencoba setelah beberapa ratus mili second, bukan beberapa second. Alat recovery data berbasis hardware juga memiliki kontrol langsung terhadap power supply kepada drive, yang dapat secara otomatis direstart sebagai cara terakhir saat seluruh metode lain untuk menjaga kestabilan disk/drive gagal dilakukan.

Selanjutnya mari kita lanjutkan pada artikel Bagian 2: Recovery Data Berbasis Software vs Hardware

Nampaknya sampai di sini untuk edisi kali ini. Semoga posting ini berhasil membuka wawasan terkait jasa data recovery dan beragam hal terkait cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, perbaikan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Harapan kami sajian ini banyak memahamkan tentang segala sesuatu itu.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!