Fungsi Jumper Pada Hard Disk. Bukan Penyebab File Terhapus.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Jumpa lagi bersama kami masternya data. Semoga jurnal kali ini secara mendasar banyak membuka wawasan tentang planet jasa data recovery, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, pemecahan hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Ini adalah foto dua hard disk yang kami miliki. Yang satu adalah hard disk generasi lama yakni hard disk PATA/IDE, dan yang satu adalah hard disk generasi baru yakni SATA/AHCI. Coba diperhatikan baik-baik:

Menurut Anda, mana yang hard disk jenis lama/PATA dan mana hard disk yang jenis baru/SATA? Kalau jawaban Anda yang gambar di atas adalah lama, yang di bawah adalah baru, maka Anda sudah tepat. Kalau sebaliknya, mohon maaf, jawaban Anda salah. Yang atas adalah hard disk PATA dan yang bawah adalah hard disk SATA.

Menurut Anda, apa yang jelas membedakan antara kedua hard disk ini? Dilihat sekilas saja tentunya mudah menjawabnya: sambungan konektornya dan powernya berbeda. Konektor power pada hard disk PATA lebih besar dan lebar, adapun pada SATA lebih kecil dan ringkas. Sebuah hal yang mengagumkan sebetulnya, karena walau dengan ukuran konektor yang lebih kecil tapi bisa menyalurkan data yang lebih banyak/lebih cepat dibandingkan pendahulunya.

Satu hal yang berbeda lagi selain ukuran konektor power adalah, pada hard disk PATA ada jumpernya. Coba perhatikan pada gugusan jarum yang ada bagian plastik berwarna biru, itulah jumper. Adapun plastik birunya itu disebut jumper shunt atau pengatur jumper, dialah yang berfungsi untuk mengatur setting jumper pada hard disk PATA/IDE.

Ini ada hubungannya lho kalau kita mau melakukan recovery data, agar tidak salah setting jumpernya. AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) menyarankan Anda membaca manual untuk memahami setting jumper di hard disk yang ada pada Anda.

Jadi, untuk hard disk zaman dulu, mereka belum secanggih hard disk saat ini. Untuk bisa melakukan akses data dengan baik, hard disk PATA/IDE masih harus diberitahu apa posisi atau tugasnya dia di dalam sistem komputer yang sedang dibangun. Apakah menjadi hard disk utama yang membawa sistem operasi? Atau hanya sebagai tambahan yang membawa data? Atau biarkan saja hard disknya meraba-raba sendiri apa posisinya? Kita harus mensetting hal tersebut dari shunt jumper (plastik penghubung jumper) yang berwarna biru di atas. Begini contohnya, setting jumper pada harddisk Seagate Diamond Max:

Source: Seagate

Selain itu fungsi jumper pada harddisk zaman dulu adalah untuk berkomunikasi secara khusus dengan kontroller HDD, misalnya untuk melakukan fungsi khusus maka kita setting jumper pada posisi tertentu, maka dia akan beroperasi secara berbeda dengan jika kita pasang shunt jumper pada posisi yang lain.

Adapun pada hard disk modern, yakni hard disk SATA/IDE, jumper sudah tidak ada lagi. Ada sih tetapi jarang sekali, hanya untuk masalah kompatibilitas dengan sistem zaman dulu. HDD sudah bisa menentukan apa posisi dirinya di dalam sistem komputer dengan lebih baik, juga hampir seluruh koneksi dengan mainboard HDD bisa dilakukan dengan koneksi kabel SATA saja.

Mari bersyukur sebanyak-banyaknya. Dengan kemajuan teknologi hidup kita ternyata semakin mudah setiap saat.

Tampaknya kami cukupkan dulu untuk edisi kali ini. Moga postingan ini bisa menambah wawasan terkait jasa recovery data dan berbagai permasalahan terkait cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, reparasi hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Semoga postingan ini sedikit-banyak membuka wawasan tentang berbagai permasalahan itu.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!