Perbedaan SATA I, II dan III, Juga Efeknya Pada Recovery Data

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!

Jumpa kembali bersama kami pejuang data. Moga info kali ini secara umum banyak menambah ilmu seputar kompleksitas jasa recovery data, cara mengembalikan file yang terhapus/hilang, solusi hard disk/flash disk tidak terbaca, dst.

Sebagai praktisi jasa recovery data tentunya sering mendengar pertanyaan dari tentang apa itu SATA? Apakah perbedaan antara SATA I, SATA II dan SATA III? Apakah yang lebih baru lebih baik dari sebelumnya? Mengapa kita perlu memakai standard yang terbaru? Kita coba bahas semuanya di sini.

Source: Wikipedia

Kita ketahui bersama bahwa agar komputer kita bisa berinteraksi dengan hard disk atau storage media, maka kita perlu untuk membuat sebuah perantara atau jembatan. Perantara atau Jembatan inilah yang nantinya akan menghubungkan antara data yang berada di dalam media penyimpanan kita seperti hard disk, agar bisa berkomunikasi dengan baik dengan processor, dan segala macam software yang ada di sistem komputer kita. Nah, untuk jalur komunikasi data tersebut ada beberapa protokol atau aturan yang menjadi standar cara komunikasi antar perangkat dalam komputer. Dan salah satunya adalah standard SATA ini, yang menurut AhliData.com sebagai penyedia jasa recovery data (mengembalikan file yang hilang/terhapus, memperbaiki hard disk/flash disk tidak terbaca, dst) adalah upgrade signifikan dibanding teknologi PATA.

SATA (Serial ATA) adalah standar komunikasi antara media penyimpanan sistem operasi yang kita pakai, baik itu sistem operasi Windows ataupun Linux ataupun Macintosh. Kesemuanya menggunakan dan memahami protokol serta tersebut untuk berkomunikasi dengan media penyimpanan data. Jika diibaratkan maka kata ini seperti sebuah selang yang mengalirkan data di dalam komputer.

SATA sendiri merupakan bagian atau variasi dari protokol interface PATA (Parallel ATA) ya sudah ada sejak tahun 1986. Yang secara berurutan generasi teknologi PATA dikenal dengan nama IDE, EIDE, UDMA 66, UDMA 100, UDMA 133. Akan tetapi memiliki teknoogi PATA banyak kekurangan, sehingga dibuatlah versi Serial ATA (SATA) yang memiliki berbagai fleksibilitas yang tidak dimiliki PATA, sekaligus memiliki kecepatan yang jauh di atas PATA.

Generasi Teknologi SATA

Antarmuka SATA I (revisi 1.x), secara resmi dikenal sebagai SATA 1.5Gb/s, adalah interface SATA generasi pertama yang berjalan pada 1,5 Gb/s. Throughput bandwidth yang didukung oleh interface, hingga 150 MB/s.

Antarmuka SATA II (revisi 2.x), secara resmi dikenal sebagai SATA 3Gb/s, adalah interface SATA generasi kedua yang berjalan pada 3 Gb/s. Throughput bandwidth yang didukung oleh interface, hingga 300 MB/s.

Antarmuka SATA III (revisi 3.x), secara resmi dikenal sebagai SATA 6Gb/s, adalah interface SATA generasi ketiga yang berjalan pada 6 Gb/s. Throughput bandwidth yang didukung oleh interface, hingga 600MB/s.

Bagaimana jika anda memiliki hard disk lama dengan teknologi SATA I, apakah bisa dipasang pada port motherboard yang memakai teknologi SATA III? Ya bisa, nanti motherboard dan hard disk akan menyesuaikan kecepatannya dengan memakai generasi tertinggi yang sama-sama didukung oleh kedua belah pihak. Karena keduanya mendukung generasi SATA I, maka akan dijalankan dengan speed SATA 1.

Bagaimana jika anda memiliki hard disk baru dengan teknologi SATA III, apakah bisa dipasang pada port motherboard yang memakai teknologi SATA II? Ya bisa, nanti motherboard dan hard disk akan menyesuaikan kecepatannya dengan memakai generasi tertinggi yang sama-sama didukung oleh kedua belah pihak. Karena keduanya mendukung generasi SATA II, maka akan dijalankan dengan speed SATA II.

Jadi intinya beda generasi teknologi SATA antara hard disk dan motherboard tidak menjadi masalah. Sistem secara otomatis akan memilih teknologi yang terbaru yang disupport oleh kedua belah pihak.

OK kami cukupkan dahulu untuk edisi kali ini. Semoga posting ini banyak menambah wawasan mengenai jasa recovery data dan berbagai permasalahan mengenai cara mengembalikan file/folder yang terhapus/hilang, service hard disk/flash disk tidak terbaca, dst. Moga-moga informasi ini berhasil memahamkan tentang beragam permasalahan ini.

Data Anda rusak? Ingin bisa dibaca lagi? Klik di sini untuk mendapat solusi!